BBBBRRRR............rrrrrrrr

BBBBRRRR............rrrrrrrr

serita lucu bareng temen2

CILUBA cerita lucu bersama

ini cerita lucu, aneh, dan unik yang aku alami bersama teman-temanku di kampus tercinta kami

Cari Blog Ini

Kamis, 18 Februari 2010

story in class Intensif

Bembagian kelas selesai, dan intensif bahasa Inggris di mulai. Ternyata aku satu kelas sama Udin teman sekelasku dan aku berharap banyak pada dia kan dia pinter disetiap mata kuliah, siapa tau aja dia bisa jadi partnerku ( ngomong aja kalau minta di bantuin jika ada tugas he…he…). Hari pertama masuk kelas Intensif, jarak yang cukup jauh antara rumah ke kampus jadi aku harus berangkat satu jam lebih awal. Bisa di bayangkan kalau kelas Intensif yang masuknya jam 06.30 berarti aku harus berangkat jam 05.30 dari rumah “OH MY GOD”!!! dan itu juga harus aku tempuh dengan naik angkot, dan setiap pagi jalan kearah Surabaya takkan terhindar dari yang namanya macet.
Kalau biasanya aku ada teman terlambat (Oemi), kali ini kayaknya aku cuma sendiri. Dan benar hari pertama aku terlambat, sudah hampir jam tujuh, aku lari melewati jembatan penyebrangan setelah turun dari angkot. Dilanjut menuju gedung Fakultasku. Kadang aku sedikit menyalahkan orang yang merancang bangunan kampus ini. Lihat saja gedung Fakultasku terletak paling belakang dan dipojok. Dan hampir dipastikan setiap masuk kelas Intensif pasti akan seperti ini, berlari…berlari…terlambat, dan terlambat.( jangankan kelas intensif kelas harian aja aku sering terlambat)
Lantai dua ruang empat, akhirnya aku sampai juga ( dan capek banget sampai ngos-ngosan gitu…). Langsung aku ketuk pintu dan mengucapkan salam, anak-anak yang didalam langsung menjawab dan juga pak dosen yang berdiri didepan. Seperti biasa gayaku cengar-cengir dan senyum-senyum pada semua orang di ruangan dan langsung aku ngincar bangku kosong di deretan belakang ( sebenarnya ada yang kosong di bagian depan tapi gak enak sama dosen ). Langsung aku melangkah dan menuju tempat duduk incaran ku tiba-tiba……..
“hey, what your name?” Tanya pak dosen, aku langsung berhenti, berbalik dan melihat dosenku itu. Jujur aku langsung bengong oh my God… cakep banget dosennya………..!!!!!!!!!!
“nurul, pak” jawab ku dan masih memperhatikannya.
“nurul, sekarang jam berapa?”
“jam tujuh pak?!” jawabku tanpa dosa.
“pakai bahasa Inggris jawabnya” katanya
“sorry, sir Im late…jangan di hukum ya sir” kataku
“you not late Nurul, but very late!!! Why?”
“macet sir”
“pleace…speaking English”lanjutnya
dalam hati aku bilang “kayaknya sekarang hari sialku deh!! baru aja masuk udah kaya gini”
langsung dari belakangku udin bilang “ sst…sst…trafic jam”
“he….trafic jam sir”, “ya sudah duduk” balas pak dosen dan kemudian aku berjalan ke bangku belakang.
“nurul duduk di depan ..!!” kata pak dosen
“ dibelakang aja pak kan saya terlambat pak, jadi ya…harus di belakang”
langsung anak-anak tertawain aku semua.
Menyenangkan kelas Intensif ku ini walaupun anak-anaknya gak selucu kelas kuliahku tapi aku seneng ( iya…lah…dosennya cakep!!!)
Saat masuk jam kuliah berikutnya aku cerita ke Oemi soal kelas Intensifku “ gila Oem…, dosenku cakep bangeeett… kamu pasti suka deh!” mamerin dosenku
“siapa Rul namanya?” Tanya Oemi
“ pak Munif, masih muda, cakep, lulusan UK lagi.., keren Oem…”
“kaya apa sih!!! Aku penasaran cakepan mana sama pak Nadhir?” (pak Nadhir adalah dosen Sitem Hukum Indonesia di kelasku yang juga punya banyak penggemar).
“ ya….pak Munif kemana-manalah…”
“masak sih..!! yang bener…aku juga pengen Rul kalau dosennya cakep kaya gitu, Intensif ku dosennya udah bapak-bapak semua”.
“alah… pasti ngomongin pak Munif!!!” kata Udin tiba-tiba nimbrung kita berdua.
“ eh..tahu gak Oem, Nurul tu telat… dah tahu hari pertama masuk, untung tuh..tadi gak di apa-apain coba kalau disuruh ngomomg pakai bahasa Inggris pasti ancur deh..!!!”
“ aku gak apa-apa ya…Din walaupun disuruh ngoceh juga gak masalah, kan sama pak Munif…” kataku, Oemi dan Udin langsung Nyengir.
Hari berikutnya aku telat lagi masuk kelas Intensif, hal ini terulang sampai beberapa kali sampai pak Munif hafal dengan ku karena aku jadi Miss telat di kelasku.
“Oemi…itu lho pak Munif!!!” kataku saat melihat pak Munif masuk ke ruang dosen.
” wuuiihhh….Nurul…itu dosen kamu…!!!wah…aku juga mau…tapi sayangnya dia gak ngajar dikelas ku ya…” kata Oemi sambil senyum-senyum melihat pak Munif.
“benerkan…aku bilang juga apa...”
Dan kemudian kami jadi sering banget bicarain tentang dosenku itu, bahkan Oemi juga nyariin alamat FBnya…(bener-bener…deh Oemi, eh tapi aku juga punya kok…!!!). Dan justru Oemi yang jadi lebih semangat kalau cerita soal dosenku itu, kadang berhayal jadi ceweknya gitu….he…he…malah pernah Oemi berniat jadi penyelundup agar bisa masuk ke kelasku, untungnya aku bisa menyadarkannya kalau benar dia lakukan bisa repot anti…..
Ketika diadakan ujian tengah semester (UTS) intensif Bahasa Inggris, ada cerita unik. Kebetulan aku datang terlambat bahkan bisa di bilang sangat terlambat ( alasan seperti biasa yaitu jarak jauh, macet, dan pakai angkot).saat itu mengerjakan tes Toefl, ada 30 soal dan aku masuk sudah jam 07.15. artinya aku hanya punya waktu 15 menit untuk mengerjakannya sedangkan teman-teman yang lain sudah hampir selesai. Akhirnya aku tanya Udin yang duduk di depanku “Din gimana lihat dong!!!”
“ aku aja bingung, udah… dikerjain aja sebisanya” katanya sambil tetap mengerjakan. Dalam hati bilang, Udin yang pinter aja bingung apa lagi aku yang gak paham sama sekali.
Dan aku gak ada keberanian buat tanya-tanya seperti biasa karena waktu tinggal sedikit.
Akhirnya aku mengeluarkan jurus andalanku, saperti awal aku tes masuk dulu. Aku silang aja yang kelihatan nyambung. Waktu habis dan dikumpulkan, keesokan harinya pak Munif membacakan hasil yang kami kerjakan. Dan…tak bisa aku percaya aku dapat skor tertinggi, aku bengong aja mendengar hasil itu (ya …iya..lah soalnya aja gak ngerti kok!!!)
“Nurul kamu hebat juga ya…padahal kamu mengerjakan dalam waktu 15 menit aja, tapi bisa mengalahkan anak-anak yang mengerjakan 1 jam, aku harap itu bukan sekedar lucky ya…Nurul…”kata pak Munif, dan anak-anak yang lain sedikit “heran” melihatku.

Kadang aku berfikir kok bisa ya….apa bener itu cuma kebetulan aja, karena nilai akhir mata kuliah bahas Inggris harian ku pun dapat A. kalau emang ini adalah lucky aku berharap semoga selalu seperti ini….

Rabu, 10 Februari 2010

special edition.......

Setelah melihat kalau nama ku berada di kelas C, jujur sedikit takut aja bagamainapun juga kelas itu kan kelas yang isinya buat anak-anak yang pintar dalam bahasa Inggris. Tapi setelah aku lihat lagi ternyata ada teman sekelasku yang juga masuk Intensif bahasa Inggris dikelas C, namanya Udin tapi dia lebih sering mengenalkan namanya dengan sebutan Dede. Gak tahu kenapa mungkin karena dia orang sunda dan anak terakhir kali ya…
Kalau bicara soal Dede ini rada rumit juga, kalau disebutin dia itu anaknya super narsis, sama uniknya dengan Oemi ( nama Umi aku ganti karena pas anaknya baca blog ku ini dia protes kalau namanya jangan di tulis Umi tapi Oemi) tapi selain itu boleh dibilang dia itu anak yang paling pintar di kelas, paling di perhatikan oleh dosen-dosen karena komentar-komentarnya yang cukup berbobot, selalu ingin segalanya itu perfect. Dan karena hal itulah dia jadi ikon dikelas. Tapi gak tahu kenapa dia itu dekat dekat aku dan Oemi. Terutama Oemi sih, bahkan aku sering bilang kalau mereka itu soulmate he…he…bahasa yang dibawa Dede juga bahasa yang narsis dan kejawa baratan. Waktu itu Oemi tanya sama Dede soal mata kuliah Sistem Hukum Indonesia, kebetulan mereka satu kelompok karena Oemi kurang yambung dengan materinya dia nanya “ Din ini gimana sih soal hukum Traktat aku kok masih bingung? Terus aku dapat bagian pengetikan ya…kan banyak Din masa semua yang ngetik aku?
“ ya…Itu Derita Lo…!!! kan gue yang buat, tinggal lo yang ngetik” jawab Dede, sontak Oemi dan aku yang waktu itu jalan bareng mereka berdua langsung bengong ngliatin dia bicara gitu dengan gaya narsisnya, dan kita berdua langsung ketawa.
Dan gak tahu kenapa juga bahasa yang di bawa sama Dede ini bagaikan virus flu anak-anak jadi ikut-ikutan kaya dia terutama Oemi. Yang pasti mereka berdua selalau yang buat kelas menjadi rame dan lucu. Dan mereka itu gakada matinya………….

Sebenarnya untuk hari ini tanggal 11 Februari 2010, adalah hari yang bisa dibilang hari bahagia dan sekaligus hari yang menyedihkan buat temenku Dede. Special edition in my Blog, tadi pagi aku dapat pesan dari Oemi kalau kakaknya Dede meninggal. Padahal hari ini adalah Berthday nya. Buat Dede yang sabar dan tetap semangat, teman-teman disini selalu ada buat kamu.

Senin, 01 Februari 2010

Hari yang aneh…(masak Sih!!!....)

Awal semester II, ketika itu ada tes untuk masuk kelas intensif bahasa Inggris. kelas tes aku dan Umi berbeda dan juga teman-teman ku yang lain, di kelas itu hanya ada Iin (teman yang satu kelas kuliah denganku). Para pengawas membagikan lembar jawab terlebih dahulu untuk diisi identitas masing-masing, kemudian disusul dengan pembagian soal. Ketika aku lihat soal yang harus dikerjakan saat itu, jeeeng…jeeng…!!! Aku kaget minta ampun kurang lebih ada 100 soal yang harus dikerjakan dalam waktu 90 menit.
Aku berharap saat itu aku bisa melakukan telepati batin dengan Umi, ya…maklumlah dari teman-teman ku yang lain hanya Umi yang mahir dengan bahasa Inggris. saat aku diam sejenak untuk memulainya ( melakukan telepati) tapi ternyata gak bisa juga (mungkin Umi bingung juga kali ya…). Ya…udah akhirnya dengan amat sangat berat aku jawab soal-soal yang berada didepan ku saat itu. Sebenarnya banyak cara juga yang aku tempuh, mulai tanya ke Iin, tanya ke teman di bangku depan tanya teman di samping kanan-kiriku ( karena aku duduk paling belakang jadi gak mungkin tanya dibelakangku…). Bahkan aku berinisiatif untuk Tanya dosen pengawas he..he…tapi aku urungkan niat itu.
Walaupun seperti itu tapi aku gak bodoh-bodoh juga kok, nyatanya sudah hampir satu jam, aku juga sudah menyelesaikan 40 soal hebatkan…!!!! (bego namanya….). menit demi menit berlalu tapi aku hanya bertambah beberapa soal saja yang aku jawab. Ketika kami sedang konsen, dosen pengawas bilang “ hati-hati mengerjakan, teliti siapa tahu kalian bisa masuk kelas yang tinggi, kelas A misalnya”, tiba-tiba saja aku ingat kalau sebelum tes ini, aku dan teman-teman (anak-anak IU3), sempat membahasnya terutama Rexa,Umi dan Hendara yang memang ketiga anak ini yang menonjol di bahasa Inggris. mereka bertaruh untuk bisa masuk kelas tertinggi (kelas A), teman-teman yang lain terutama aku yang alus-alus aja dalam bahasa Inggris cuma diem aja melihat mereka bertiga berdebat.
Kembali lagi dalam situasiku, waktu sudah kurang 15 menit lagi dan bisa di bayangkan, jawabanku tidak jauh bertambah masih tetap di lingkup soal nomor 40. Kelas mulai rebut, aku pikir cuma aku yang bingung tapi ternyata tidak. Saat teman disampingku tanya, “Rul kamu sudah selesai belum? Aku jawab dengan lemas “belum, masih banyak yang belum aku jawab, susah-susah soalnya, kamu sudah?” tanyaku. Dia bilang “sudah dong!! Dari tadi kali….” Heh!!! Aku kaget banget, selama ini yang aku tahu dia itu biasa-biasa aja anaknya dengan materi bahasa Inggris kenapa bisa sejenius ini!, padahal anak yang pinter dikelas tes waktu itu saja belum selesai. Kemudian aku tanya dia “ kok bisa kamu pinter banget!!”
“iya Rul kan aku gak lihat soalnya langsung saja aku silang yang kelihatannya nyambung dengan soal, gitu…”
aku yang langsung paham sikon seperti itu “oo… gitu?!, ide bagus tuh, ya udah aku ikut kamu aja “ kataku yang tanpa banyak basa-basi, aku mulai menyilangi jawaban yang kelihatan nyambung dengan soal. Dan hasilnya, TARRA!!!…..aku dapat menyelesaikan hampir 60 soal dalam waktu hanya 15 menit, JENIUSKAN!!!, (mungkin Einsten aja kalah).
Dan beberapa hari kemudian, pengumumanpun keluar. Anak-anak berebut melihat hasil pembagian kelas Intensif Bahasa Inggris, termasuk Umi,Rexa dan Hendra. Kalau aku sih…biasa-biasa aja ( karena udah tahu prosesnya dan pasti hasilnya juga gak jauh beda he…he…). Umi sibuk nyariin namanya, dia mulai dari kelas yang paling tinggi, tapi ternyata gak ada di jadwal hari pertama ( kelas A-I dijadwal hari pertama, Senin dan Rabu dan kelas J-T di hari kedua, Selasa dan Kamis). Dan akhirnya dia lihat namanya masuk di kelas K.
“lho…aku kok masuk kelas K sih!!! Padahal udah yakin bener dengan jawabanku” kata Umi.
“ udah lah Um, ya itu memang hasilnya, mungkin aja kalau kamu dikelas K kamu bisa jadi yang paling pinter iya gak!!!?” kataku.
“ Rul, kamu kok santai-santai aja sih? Tanyanya.
Lalu aku ceritakan keadaanku waktu tes kemarin, Umi langsung tertawa ketika dengar ceritaku dan kemudian dia ceritain ke temen-temen yang kebetulan juga ada disitu. Ya… sudah dapat diduga yang lain juga ikut tertawa.

“ya udah gimana kalau sekarang Nurul cari kelasnya” kata Rexa
aku kemudian mencari kelasku, aku mulai dari kelas paling bontot, kelas T. tapi ternyata gak ada, kemudian aku lanjut ke kolom kelas yang lain tapi gak ada juga, pembagian di kelas pertama terlewati. Karena panik aku juga nyuruh temen-temen yang lain bantuin aku nyariin namaku, takutnya jawabanku salah semua dan aku tidak dapat kelas , repotkan??!!! Saat aku cari dipembagian hari pertama ternyata aku menemukan namaku, aku tersangkut di kelas C, karena aku gak percaya, aku lihat nomor mahasiswanya tapi ternyata benar itu nomorku.
“ ye….lihat, aku masuk kelas C….” kataku kegirangan.
Anak-anak yang lain lebih kaget lagi, dan bahkan gak percaya, kok bisa ada kejadian ajaib kaya gitu???
“wah..keren Rul, kalau gitu aku ikut madzabmu saja Rul” kata Umi
“hebat…hebat…gila!!! Gak lihat soal aja bisa kaya gini, apa lagi lihat soal coba?!!!” kata Rexa.
Disamping teman-teman sibuk membahas keajaibanku, aku cuma senyum-senyum.
Dalam hatiku berkata mungkinkah aku sijenius yang tak terlihat…
(tapi itu gak mungkin, karena itu adalah satu dari kebetulan-kebetulan yang aku alami)

dan hari itu adalah hari yang aneh dan menyenangkan buat aku, tapi tidak akan seaneh dan semenyenangkan tanpa mereka,
tanpa teman-temanku………………………………………………………