story in class Intensif
Bembagian kelas selesai, dan intensif bahasa Inggris di mulai. Ternyata aku satu kelas sama Udin teman sekelasku dan aku berharap banyak pada dia kan dia pinter disetiap mata kuliah, siapa tau aja dia bisa jadi partnerku ( ngomong aja kalau minta di bantuin jika ada tugas he…he…). Hari pertama masuk kelas Intensif, jarak yang cukup jauh antara rumah ke kampus jadi aku harus berangkat satu jam lebih awal. Bisa di bayangkan kalau kelas Intensif yang masuknya jam 06.30 berarti aku harus berangkat jam 05.30 dari rumah “OH MY GOD”!!! dan itu juga harus aku tempuh dengan naik angkot, dan setiap pagi jalan kearah Surabaya takkan terhindar dari yang namanya macet.
Kalau biasanya aku ada teman terlambat (Oemi), kali ini kayaknya aku cuma sendiri. Dan benar hari pertama aku terlambat, sudah hampir jam tujuh, aku lari melewati jembatan penyebrangan setelah turun dari angkot. Dilanjut menuju gedung Fakultasku. Kadang aku sedikit menyalahkan orang yang merancang bangunan kampus ini. Lihat saja gedung Fakultasku terletak paling belakang dan dipojok. Dan hampir dipastikan setiap masuk kelas Intensif pasti akan seperti ini, berlari…berlari…terlambat, dan terlambat.( jangankan kelas intensif kelas harian aja aku sering terlambat)
Lantai dua ruang empat, akhirnya aku sampai juga ( dan capek banget sampai ngos-ngosan gitu…). Langsung aku ketuk pintu dan mengucapkan salam, anak-anak yang didalam langsung menjawab dan juga pak dosen yang berdiri didepan. Seperti biasa gayaku cengar-cengir dan senyum-senyum pada semua orang di ruangan dan langsung aku ngincar bangku kosong di deretan belakang ( sebenarnya ada yang kosong di bagian depan tapi gak enak sama dosen ). Langsung aku melangkah dan menuju tempat duduk incaran ku tiba-tiba……..
“hey, what your name?” Tanya pak dosen, aku langsung berhenti, berbalik dan melihat dosenku itu. Jujur aku langsung bengong oh my God… cakep banget dosennya………..!!!!!!!!!!
“nurul, pak” jawab ku dan masih memperhatikannya.
“nurul, sekarang jam berapa?”
“jam tujuh pak?!” jawabku tanpa dosa.
“pakai bahasa Inggris jawabnya” katanya
“sorry, sir Im late…jangan di hukum ya sir” kataku
“you not late Nurul, but very late!!! Why?”
“macet sir”
“pleace…speaking English”lanjutnya
dalam hati aku bilang “kayaknya sekarang hari sialku deh!! baru aja masuk udah kaya gini”
langsung dari belakangku udin bilang “ sst…sst…trafic jam”
“he….trafic jam sir”, “ya sudah duduk” balas pak dosen dan kemudian aku berjalan ke bangku belakang.
“nurul duduk di depan ..!!” kata pak dosen
“ dibelakang aja pak kan saya terlambat pak, jadi ya…harus di belakang”
langsung anak-anak tertawain aku semua.
Menyenangkan kelas Intensif ku ini walaupun anak-anaknya gak selucu kelas kuliahku tapi aku seneng ( iya…lah…dosennya cakep!!!)
Saat masuk jam kuliah berikutnya aku cerita ke Oemi soal kelas Intensifku “ gila Oem…, dosenku cakep bangeeett… kamu pasti suka deh!” mamerin dosenku
“siapa Rul namanya?” Tanya Oemi
“ pak Munif, masih muda, cakep, lulusan UK lagi.., keren Oem…”
“kaya apa sih!!! Aku penasaran cakepan mana sama pak Nadhir?” (pak Nadhir adalah dosen Sitem Hukum Indonesia di kelasku yang juga punya banyak penggemar).
“ ya….pak Munif kemana-manalah…”
“masak sih..!! yang bener…aku juga pengen Rul kalau dosennya cakep kaya gitu, Intensif ku dosennya udah bapak-bapak semua”.
“alah… pasti ngomongin pak Munif!!!” kata Udin tiba-tiba nimbrung kita berdua.
“ eh..tahu gak Oem, Nurul tu telat… dah tahu hari pertama masuk, untung tuh..tadi gak di apa-apain coba kalau disuruh ngomomg pakai bahasa Inggris pasti ancur deh..!!!”
“ aku gak apa-apa ya…Din walaupun disuruh ngoceh juga gak masalah, kan sama pak Munif…” kataku, Oemi dan Udin langsung Nyengir.
Hari berikutnya aku telat lagi masuk kelas Intensif, hal ini terulang sampai beberapa kali sampai pak Munif hafal dengan ku karena aku jadi Miss telat di kelasku.
“Oemi…itu lho pak Munif!!!” kataku saat melihat pak Munif masuk ke ruang dosen.
” wuuiihhh….Nurul…itu dosen kamu…!!!wah…aku juga mau…tapi sayangnya dia gak ngajar dikelas ku ya…” kata Oemi sambil senyum-senyum melihat pak Munif.
“benerkan…aku bilang juga apa...”
Dan kemudian kami jadi sering banget bicarain tentang dosenku itu, bahkan Oemi juga nyariin alamat FBnya…(bener-bener…deh Oemi, eh tapi aku juga punya kok…!!!). Dan justru Oemi yang jadi lebih semangat kalau cerita soal dosenku itu, kadang berhayal jadi ceweknya gitu….he…he…malah pernah Oemi berniat jadi penyelundup agar bisa masuk ke kelasku, untungnya aku bisa menyadarkannya kalau benar dia lakukan bisa repot anti…..
Ketika diadakan ujian tengah semester (UTS) intensif Bahasa Inggris, ada cerita unik. Kebetulan aku datang terlambat bahkan bisa di bilang sangat terlambat ( alasan seperti biasa yaitu jarak jauh, macet, dan pakai angkot).saat itu mengerjakan tes Toefl, ada 30 soal dan aku masuk sudah jam 07.15. artinya aku hanya punya waktu 15 menit untuk mengerjakannya sedangkan teman-teman yang lain sudah hampir selesai. Akhirnya aku tanya Udin yang duduk di depanku “Din gimana lihat dong!!!”
“ aku aja bingung, udah… dikerjain aja sebisanya” katanya sambil tetap mengerjakan. Dalam hati bilang, Udin yang pinter aja bingung apa lagi aku yang gak paham sama sekali.
Dan aku gak ada keberanian buat tanya-tanya seperti biasa karena waktu tinggal sedikit.
Akhirnya aku mengeluarkan jurus andalanku, saperti awal aku tes masuk dulu. Aku silang aja yang kelihatan nyambung. Waktu habis dan dikumpulkan, keesokan harinya pak Munif membacakan hasil yang kami kerjakan. Dan…tak bisa aku percaya aku dapat skor tertinggi, aku bengong aja mendengar hasil itu (ya …iya..lah soalnya aja gak ngerti kok!!!)
“Nurul kamu hebat juga ya…padahal kamu mengerjakan dalam waktu 15 menit aja, tapi bisa mengalahkan anak-anak yang mengerjakan 1 jam, aku harap itu bukan sekedar lucky ya…Nurul…”kata pak Munif, dan anak-anak yang lain sedikit “heran” melihatku.
Kadang aku berfikir kok bisa ya….apa bener itu cuma kebetulan aja, karena nilai akhir mata kuliah bahas Inggris harian ku pun dapat A. kalau emang ini adalah lucky aku berharap semoga selalu seperti ini….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar